Berapa gaji tukang masak di kapal pesiar ? 11-12 juta sebulan
Kerja di kapal pesiar banyak jadi pilihan pemuda pemudi terutama di Bali, karena gajinya menggiurkan. Sebagai tukang masak, Surya, suami saya, hanya mendapat 1,2 -1,5 juta per bulan saat bekerja di restoran di Bali. Padahal bukan restoran murah juga, restoran lumayan fancy di mall, cuma ya jauh di bawah UMR.
Karena itulah dia memutuskan mendingan berangkat ke kapal. Dapat duit, dapat pengalaman, keliling dunia, sepertinya menarik. Untuk berangkat, prosesnya perlu pendaftaran di agen, dan agen yang dipilihnya adalah CTI. Ini adalah agen supplier utama untuk Carnival, yang merupakan perusahaan kapal persiar terbesar di dunia. Selanjutnya adalah menunggu wawancara. Bila lolos, baru mulai perlu keluar duit modal, antara lain untuk tes bahasa Inggris (Marlin Test). Kemudian perlu membuat passport dan visa. Visa ini wawancaranya hanya ada di Jakarta dan Surabaya, jadi memerlukan modal extra juga untuk kesana. Syarat lain yaitu harus sehat, sehingga perlu melakukan medical check-up dan vaksin MMR, yang diwajibkan oleh pemerintah US. Perlu juga untuk membuat buku pelaut. Dia juga perlu mengikuti pelatihan basic safety selama seminggu, isinya kayak latihan renang, latihan kalau kapal evakuasi dan sejenisnya. Kemudian tiket pesawat juga harus bayar sendiri, dan bisa dipesankan oleh agen. Ditotal-total, buat berangkat ini perlu sekitar 27-30 juta, dengan rincian seperti dibawah:
| Modal Berangkat Kontrak 1 | Harga |
| Passport | Rp 500,000 |
| Medical checkup & vaksin | Rp 2,000,000 |
| Buku Pelaut | Rp 400,000 |
| Basic Safety Training | Rp 1,900,000 |
| Visa USA tipe C1/D | Rp 2,500,000 |
| Transport ke Surabaya (wawancara visa) | Rp 350,000 |
| Tiket Pesawat | Rp 19,500,000 |
| Marlin Test (Bahasa) | Rp 350,000 |
| TOTAL | Rp 27,500,000 |
Nah setelah melewati penerbangan yang nyaris 30 jam, Surya tiba di Tampa, Florida. Punya waktu di darat 2-3 hari, kemudian langsung naik ke kapal. Kerjanya berat, jam kerja sehari normalnya 10 jam, namun nggak jarang jadi 12-13 jam karena perlu lembur. Tidak ada hari libur, hanya dikasi off setengah hari saat kapal mendarat di pelabuhan dan tamu keluar jalan-jalan. Off setengah hari ini biasanya setiap 3-7 hari, jadwalnya tidak teratur. Jadi ya mereka bangun, kerja, mandi, makan, tidur, bangun, kerja, begitu seterusnya tiap hari. Kadang ada yang gak kuat, baru 2 bulan sudah minta pulang dengan berbagai alasan. Yang bertahan, menjuluki kapal sebagai Davy Jones Locker, tempat pembuangan jiwa-jiwa pelaut.
![]() |
| Davy Jones, kapten Kapal Flying Dutchman yang tugasnya menyebrangkan jiwa-jiwa pelaut mati. Konon kalau orang hidup tersesat di lokernya, gabisa balik-balik terkatung-katung selama-lamanya. |
Gajinya, lumayan lah kalau dibandingkan dengan gaji masak di Indonesia. Tiga bulan pertama, gajinya masih level trainee, 700$. Setelah itu Surya menjadi assistant cook, gajinya naik dikit menjadi 850$. Per kontrak itu lama waktunya minimal 6 bulan, umumnya 8 bulan, namun bisa juga hingga 10 bulan. Saat itu Surya mendapat kontrak 10 bulan. Jadi totalnya dia mendapatkan $8050 atau sekitar Rp. 104juta.
| Pemasukan | Gaji | Total Gaji |
| Trainee 3 bulan | $ 700 | $ 2,100 |
| Assistant cook 7 bulan | $ 850 | $ 5,950 |
| TOTAL | $ 8,050 | |
| Rp 104,650,000 |
Di kapal ini perlu keluar duit juga. Makan, tempat tinggal, nyuci dll sudah disediakan secara gratis. Hanya saja pas di tengah laut, internet mahal karena langsung dari satelit. Jadinya kru kapal perlu membayar 40$ untuk 100 menit. Menderita banget karena kami saat itu lagi LDR. Setiap hari kami berusaha telponan, namun dibatasi hanya 5-10 menit aja biar cukup. Untungnya kalau kapal sedang berlabuh, kadang ada wifi gratis sehingga bisa telponan lebih lama. Saat waktu off mereka, kadang mereka jalan-jalan ke kota dan memerlukan taxi, ini bisa patungan rame-rame sama teman. Kalau yang seneng belanja, bisa kalap. Untungnya Surya dandanannya standar kucel, jadi ndak beli baju-baju mahal. Borosnya di elektronik, beli laptop, iPhone dan kamera. Kontrak pertama ini lokasinya sekitaran Florida dan Mexico. Di salah satu pelabuhan, kota wisata bernama Cozumel, ada restoran Indonesia, yang mayoritas pelanggannya memang orang-orang Indonesia yang kerja di kapal. Jadi kalau mendarat di Cozumel, Surya sesekali beli seporsi nasi dan lauk disini. Dan tentunya ada perlu untuk mengirim ke keluarga juga. Sebenarnya masih banyak lagi pengeluaran lain yang bisa menguras dompet, misalnya beli rokok dan alkohol. Tapi ya kalau ndak merokok dan ndak doyan minum, bisa lumayan hemat. Total pengeluaran di kapal ini sekitar Rp. 29 juta selama kontrak pertama, dengan rincian seperti dibawah:
| Pengeluaran | Harga |
| Internet 40$ x 10 bulan | $ 400.00 |
| Taxi 30$ x 3 | $ 90.00 |
| Laptop | $ 230.00 |
| iPhone SE | $ 520.00 |
| Kamera | $ 600.00 |
| Kirim ke keluarga | $ 400.00 |
| Jajan makanan Indonesia 20$ x 10 bulan | $ 200.00 |
| TOTAL | $ 2,240.00 |
| Rp 29,120,000 |
Pada kontrak kedua, modalnya lebih kecil. Medical check-up, visa, training dll masih berlaku. Tiket pesawat juga ditanggung sama Carnival. Hanya passport aja yang kebetulan perlu diperpanjang. Sehingga modal berangkat kedua, totalnya hanya Rp. 500.000 saja. Sementara itu, untuk pemasukan langsung sebagai assistant cook, jadi 850$ sebulan. Kontraknya hanya 7 bulan, sehingga total pemasukan lebih kecil dibanding kontrak pertama, Rp. 77 jutaan.
| Modal Berangkat Kontrak 2 | Harga |
| Passport (perlu perpanjang) | Rp 500,000 |
| Medical checkup & vaksin (cukup untuk 2 tahun) | Rp - |
| Buku Pelaut (cukup untuk 5 tahun) | Rp - |
| Basic Safety Training (cukup untuk 2 tahun) | Rp - |
| Visa USA tipe C1/D (cukup untuk 5 tahun) | Rp - |
| Transport ke Surabaya (wawancara visa) | Rp - |
| Tiket Pesawat (ditanggung perusahaan) | Rp - |
| Marlin Test (Bahasa) (cukup sekali) | Rp - |
| TOTAL | Rp 500,000 |
| Pemasukan | Gaji | Total Gaji |
| Assistant cook 7 bulan | $ 850 | $ 5,950 |
| TOTAL | $ 5,950 | |
| Rp 77,350,000 |
Kali ini Surya ditempatkan di Alaska dan Kanada, lalu kapalnya menyebrang ke Hawaii, melewati berbagai pulau wisata di daerah Pasifik seperi Fiji, Bora-Bora, Vanuatu dll, sampai akhirnya tiba di Australia. Karena semua pelabuhannya sangat dekat dengan tempat wisata, jadi tidak perlu keluar biaya taxi untuk jalan-jalan. Sayangnya sulit mencari makanan Indonesia, sehingga jadi lebih hemat di biaya makan keluar. Tempat shopping juga lebih sedikit, jadi gak gitu tergoda untuk belanja. Pada kontrak kedua ini, hanya keluar Rp. 9 jutaan aja.
| Pengeluaran | Harga |
| Internet 40$ x 7 bulan | $ 280.00 |
| Taxi tidak perlu, bisa jalan kaki | $ - |
| Makan di luar 10$ x 7 | $ 70.00 |
| Kirim ke keluarga | $ 400.00 |
| TOTAL | $ 750.00 |
| Rp 9,750,000 |
Kalau dihitung bersihnya, gaji dikurangin modal berangkat dan dikurangin pengeluaran selama di kapal, masih selalu ada untung bersih dari kerja di kapal. Pada kontrak pertama bersihnya Rp. 53 juta, sementara kontrak kedua bersihnya Rp. 59 juta, totalnya adalah Rp.112 juta. Banyak banget, tapi ya ujung-ujungnya abis buat biaya nikah. Nikahnya orang Indonesia emang mahal banget sih.
| Item | Kontrak 1 | Kontrak 2 |
| Pemasukan | Rp 104,650,000 | Rp 77,350,000 |
| Modal Berangkat | Rp 27,500,000 | Rp 500,000 |
| Pengeluaran | Rp 23,920,000 | Rp 17,550,000 |
| Bersih | Rp 53,230,000 | Rp 59,300,000 |
Kalau kontrak pertama lebih panjang, sebenarnya bisa bawa hingga Rp. 70-80 jutaan. Kontrak-kontrak berikutnya kalau dilanjutkan akan lebih untuk, bersihnya bisa selalu dikisaran Rp. 60-80 jutaan. Lah kenapa gak lanjut, soalnya kami mendapat kesempatan untuk pindah beberapa tahun ke daratan USA, melalui beasiswa S3 yang saya dapatkan. Di daratan, gajinya bisa lebih besar. Lain kali deh kita bahas gaji tukang masak di Amrik darat.

Comments
Post a Comment